DERMAGA BETON TERAPUNG

whatsapp image 2026 03 12 at 13.37.18

Dermaga Beton Terapung

1. Pengertian

Dermaga beton terapung adalah fasilitas tambatan kapal yang terdiri dari struktur pontoon beton yang memiliki daya apung sehingga dapat mengapung di air dan berfungsi sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, atau bongkar muat barang.

Struktur ini tetap berada di posisi tertentu karena ditahan oleh sistem penambat (mooring system) seperti tiang pancang, rantai jangkar, atau dolphin.


2. Komponen Utama

1. Pontoon Beton

Pontoon adalah bagian utama yang mengapung di air.

Karakteristik:

  • Terbuat dari beton bertulang atau beton prategang

  • Berbentuk kotak berongga untuk menghasilkan daya apung

  • Bagian dalam biasanya diisi:

    • udara

    • foam (EPS)

  • Permukaan atas digunakan sebagai deck dermaga

Fungsi:

  • Menahan beban orang, kendaraan ringan, dan peralatan

  • Memberikan stabilitas pada dermaga


2. Deck (Lantai Dermaga)

Deck adalah bagian atas pontoon yang digunakan sebagai area aktivitas.

Ciri-ciri:

  • Permukaan beton atau dilapisi material anti-selip

  • Dilengkapi:

    • bollard

    • cleat

    • fender

    • lampu penerangan


3. Gangway / Ramp Penghubung

Gangway menghubungkan dermaga terapung dengan daratan.

Karakteristik:

  • Terbuat dari baja atau aluminium

  • Memiliki kemiringan yang bisa berubah mengikuti pasang surut

  • Dilengkapi handrail untuk keamanan


4. Sistem Penambat (Mooring System)

Sistem ini menjaga posisi dermaga agar tidak hanyut.

Jenis sistem penambat:

  • Tiang pancang (pile guide)
    Pontoon bergerak naik turun mengikuti tiang.

  • Rantai jangkar (anchor chain)

  • Dolphin tambat


5. Fender

Fender adalah bantalan yang dipasang di sisi dermaga untuk:

  • menyerap benturan kapal

  • melindungi struktur dermaga

Biasanya terbuat dari:

  • karet

  • polyethylene


6. Bollard / Cleat

Peralatan untuk mengikat tali kapal.

Fungsi:

  • menambatkan kapal pada dermaga

  • menjaga kapal tetap stabil saat sandar


3. Prinsip Kerja

Dermaga beton terapung bekerja berdasarkan prinsip daya apung (Archimedes).

Artinya:

  • berat air yang dipindahkan pontoon

  • harus lebih besar dari berat struktur dan beban di atasnya

Ketika:

  • air pasang → dermaga naik

  • air surut → dermaga turun

Namun dermaga tetap stabil karena ditahan sistem mooring.


4. Karakteristik Teknis

Beberapa karakteristik umum dermaga beton terapung:

  • Stabil terhadap gelombang

  • Tahan korosi air laut

  • umur layanan panjang (30–50 tahun)

  • perawatan relatif rendah

  • kapasitas beban dapat dirancang sesuai kebutuhan

Ukuran pontoon biasanya:

  • panjang: 10 – 30 m

  • lebar: 3 – 10 m

  • tinggi: 1 – 2,5 m


5. Kelebihan Dermaga Beton Terapung

  1. Mengikuti pasang surut air

  2. Instalasi relatif cepat

  3. Tidak memerlukan konstruksi pondasi besar

  4. tahan lama dibanding pontoon baja

  5. perawatan rendah


6. Kekurangan

  1. Biaya awal relatif tinggi

  2. Kurang cocok untuk:

    • gelombang sangat besar

    • kapal berbobot sangat berat

  3. Membutuhkan sistem tambat yang baik


7. Aplikasi

Dermaga beton terapung banyak digunakan untuk:

  • pelabuhan wisata

  • marina kapal pesiar

  • dermaga kapal nelayan

  • dermaga transportasi penumpang

  • dermaga logistik ringan

  • fasilitas pulau kecil

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *